Pembangunan MPP Batulicin Berlanjut, Pemkab Tanah Bumbu Alokasikan Rp5 Miliar Tahun Ini
BATULICIN – Pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang berlokasi di Kelurahan Batulicin, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu dipastikan tetap berlanjut. Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk melanjutkan pembangunan fasilitas pelayanan publik tersebut.
MPP Batulicin direncanakan berbentuk gedung dua lantai yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang. Di antaranya area parkir, pusat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta fasilitas umum dan sosial guna mendukung pelayanan publik terpadu bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Bumbu, Muhammad Yusri, menjelaskan bahwa anggaran Rp5 miliar yang dialokasikan pada tahun ini akan difokuskan untuk pembangunan dinding gedung.
Terkait target penyelesaian proyek, ia menyampaikan bahwa pelaksanaannya masih menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Kami menginginkan pembangunan dapat selesai secepatnya, namun tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan MPP saat ini tampak belum terawat. Pagar seng proyek di bagian depan terlihat roboh dan tidak terpasang secara utuh. Di dalam area proyek juga belum tampak aktivitas pembangunan, sementara struktur gedung dua lantai masih berupa rangka beton tanpa dinding.
Di sekitar lokasi, sisa material konstruksi seperti balok kayu, lembaran seng, serta puing bangunan masih berserakan dan belum dirapikan. Area pelataran bangunan juga ditumbuhi rumput liar.
Selain itu, beberapa bagian beton tampak menghitam akibat rembesan air hujan. Permukaan bangunan terlihat kusam dan mulai ditumbuhi lumut, menandakan proyek belum dilanjutkan dalam waktu cukup lama.
Sebagai informasi, pembangunan Mal Pelayanan Publik Batulicin ini telah dimulai sejak tahun 2024 pada masa kepemimpinan Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar. Hingga saat ini, total anggaran yang telah dikucurkan untuk proyek tersebut tercatat sedikitnya mencapai Rp20 miliar.




