Pengangguran di Tanah Bumbu Turun, Pemkab Targetkan TPT 2026 di Kisaran 5 Persen
BATULICIN – Kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Tanah Bumbu menunjukkan perkembangan yang positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 tercatat sebesar 6,05 persen, turun dibandingkan Agustus 2024 yang berada di angka 6,37 persen.
Penurunan sebesar 0,32 persen poin tersebut melanjutkan tren perbaikan dalam dua tahun terakhir. Pada Agustus 2023, TPT Tanah Bumbu masih berada di angka 6,56 persen, kemudian terus menurun pada 2024 hingga 2025.
Seiring dengan menurunnya tingkat pengangguran, partisipasi penduduk usia kerja justru mengalami peningkatan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Tanah Bumbu pada Agustus 2025 mencapai 69,83 persen, naik signifikan dari 67,35 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan semakin banyak penduduk yang bekerja maupun aktif mencari pekerjaan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tanah Bumbu, Kadri Mandar, menyampaikan bahwa penurunan angka pengangguran tidak terlepas dari berbagai program pelatihan dan pemagangan yang terus digencarkan oleh pemerintah daerah. Program tersebut bertujuan menjembatani pencari kerja dengan kebutuhan dunia industri.
“Penurunan pengangguran menjadi prioritas pemerintah daerah. Target kami pada 2026 berada di kisaran 5,8 hingga 5,9 persen. Mudah-mudahan target tersebut dapat tercapai,” ujarnya.
Meski demikian, dinamika pasar kerja di Tanah Bumbu masih dihadapkan pada tantangan tingginya arus masuk tenaga kerja dari luar daerah. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional dalam Indikator Makro Ekonomi Tanah Bumbu 2025, sebanyak 61,46 persen pekerja di daerah ini merupakan migrasi seumur hidup.
Kondisi tersebut membuat persaingan kerja semakin ketat, khususnya bagi tenaga kerja lokal. Apabila pertumbuhan lapangan kerja tidak sebanding dengan pertambahan angkatan kerja, potensi peningkatan pengangguran tetap terbuka.
Kadri Mandar mengakui bahwa arus migrasi tenaga kerja menjadi tantangan tersendiri bagi daerah. Bahkan, tidak sedikit pekerja yang menduduki posisi strategis turut membawa anggota keluarganya untuk menetap dan bekerja di Tanah Bumbu.
“Ada pekerja yang menduduki jabatan tertentu, kemudian mengajak anggota keluarganya ikut bekerja. Akhirnya, seluruh keluarganya ikut pindah dan menetap di Tanah Bumbu,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal, serta pengendalian dampak persaingan tenaga kerja, agar tren penurunan pengangguran dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.




