Persepan Pagatan, Lahir dari Semangat Persatuan Pemuda Sejak 1972

BATULICIN – Persatuan Sepakbola Pagatan (Persepan) merupakan klub sepakbola yang berdiri pada 1 Desember 1972. Klub ini lahir dari keinginan generasi muda Pagatan untuk menyatukan berbagai klub sepakbola lokal dalam satu wadah resmi yang berada di bawah naungan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Ketua Umum Persepan, Mahluki, menceritakan bahwa gagasan pembentukan Persepan sebenarnya telah tumbuh sejak tahun 1968. Saat itu, para pemuda Pagatan, termasuk pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah, membawa semangat pembaruan serta keinginan agar Pagatan tidak tertinggal dalam perkembangan olahraga, khususnya sepakbola.

“Aspirasi tersebut kemudian mendorong lahirnya berbagai organisasi kepemudaan, sekaligus memunculkan cita-cita untuk membentuk sebuah perserikatan sepakbola,” ujarnya.

Sebelum Persepan resmi berdiri, aktivitas sepakbola di Pagatan sudah berlangsung cukup lama. Sejak masa kolonial, sekitar tahun 1935, klub-klub sepakbola telah bermunculan dan mulai berkembang di wilayah tersebut.

Perkembangan sepakbola Pagatan berlanjut pada periode 1942 hingga 1953 dengan aktifnya sejumlah klub, seperti Rencong, Hercules, Amor, Sinar Kota Pagatan, dan Bintang Timur. Keberadaan klub-klub ini menjadi fondasi awal munculnya gagasan untuk menyatukan kekuatan sepakbola Pagatan dalam satu perserikatan.

Memasuki awal 1970-an, klub-klub yang aktif sejak 1963, di antaranya Jukueja, Merpati, Gelora, Melati, Perzeda, Pagaruyung, dan beberapa klub lainnya, mulai diorganisasi secara lebih terstruktur. Seluruh klub tersebut kemudian disatukan dalam Persatuan Sepakbola Pagatan yang selanjutnya dikenal dengan nama Persepan.

Setelah resmi berdiri, Persepan aktif melakukan pembinaan serta menggelar pertandingan ke berbagai daerah. Pada tahun 1972, Persepan melakukan tur ke Samarinda dan Balikpapan di Kalimantan Timur. Dua tahun kemudian, kegiatan pertandingan berlanjut ke Gresik, Jawa Timur, serta Sampit, Kalimantan Tengah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperoleh pengakuan resmi sebagai anggota PSSI.

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada tahun 1978. Melalui Kongres Luar Biasa PSSI yang digelar di Semarang, Persepan resmi diterima sebagai anggota PSSI. Saat itu, Persepan tercatat sebagai salah satu dari sembilan perserikatan yang tergabung dalam Komda PSSI Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Dalam perjalanan panjangnya, Persepan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, pendanaan, hingga persoalan organisasi. Meski demikian, klub ini tetap aktif mengikuti berbagai kompetisi antar perserikatan, kompetisi rayon Komda PSSI Kalimantan Selatan, serta pembinaan pemain usia muda, termasuk keikutsertaan dalam ajang Piala Suratin.

Hingga kini, Persepan tetap dikenang sebagai klub sepakbola yang lahir dari semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat Pagatan, serta menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan sepakbola di Kabupaten Tanah Bumbu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup