Bulog Pastikan Stok Beras Kotabaru–Tanah Bumbu Aman hingga Idul Fitri 2026

BATULICIN – Kepala Kantor Cabang Pembantu Perum Bulog Kotabaru–Tanah Bumbu, Moch Faizal, memastikan ketersediaan beras di wilayah Kotabaru dan Tanah Bumbu dalam kondisi aman hingga empat bulan ke depan, termasuk menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Moch Faizal di Batulicin, Senin, menyampaikan bahwa stok beras yang tersedia saat ini mencapai 147 ton di Gudang Bulog Tanah Bumbu dan 499 ton di Gudang Bulog Kotabaru. Jumlah tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam beberapa bulan mendatang.

Untuk menjaga stabilitas pasokan beras di dua wilayah tersebut, Bulog sepanjang tahun 2025 telah menyerap gabah petani lokal sebanyak 1.500 ton gabah kering panen (GKP) dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa target penyerapan Bulog hingga akhir periode mencapai 4.400 ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan sekitar 2.200 ton beras.

Namun demikian, Faizal mengakui terdapat sejumlah kendala dalam proses penyerapan gabah, salah satunya ketika harga gabah di pasaran berada di atas harga pembelian yang ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian petani memilih menjual gabahnya ke pasar lain.

Sebagai langkah antisipasi, Bulog melakukan pembelian gabah secara langsung dari petani tanpa melalui tengkulak. Langkah ini bertujuan memastikan petani memperoleh harga yang layak sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras nasional.

Bulog juga menerapkan harga pembelian gabah sesuai arahan Badan Pangan Nasional (Bapanas) guna mencegah terjadinya penjualan gabah di bawah harga yang telah ditetapkan. Selain itu, Bulog menyiapkan kapasitas gudang yang memadai, baik gudang milik sendiri maupun melalui kerja sama dengan pihak lain, untuk menampung gabah hasil serapan.

Di sisi lain, Bulog aktif melakukan sosialisasi kepada petani terkait harga pokok penjualan (HPP) dan kriteria gabah yang dapat diserap agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.

“Pemahaman petani terhadap persyaratan harga dan kualitas sangat penting. Untuk itu, Bulog membentuk tim khusus Jemput Gabah Beras Bulog yang turun langsung ke lapangan guna melakukan pembelian gabah secara proaktif,” ujar Faizal.

Dengan langkah-langkah tersebut, Bulog optimistis ketersediaan dan stabilitas beras di Kotabaru dan Tanah Bumbu dapat terus terjaga, sekaligus memberikan perlindungan harga yang adil bagi petani lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup