Pembangunan BLK Nasional Tanah Bumbu Berlanjut 2026, Rampung Ditargetkan 2027
BATULICIN – Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) berstandar nasional di Kabupaten Tanah Bumbu dipastikan akan terus berlanjut pada tahun 2026. Proyek strategis ini diproyeksikan menjadi pusat pelatihan kerja terpadu dengan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat serta lembaga internasional.
BLK nasional tersebut dibangun di atas lahan seluas kurang lebih lima hektare yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Seluruh proses pembangunan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
Lokasi pembangunan BLK terletak di Jalan Lingkar, tepat di seberang kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kusan, Kecamatan Batulicin.
Pembangunan BLK ini telah dimulai sejak tahun 2024 dan dilaksanakan secara bertahap. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp152,5 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dukungan pendanaan dari World Bank. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2027.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tanah Bumbu, Kadri Mandar, menjelaskan bahwa pihaknya hanya berperan dalam pengawasan pembangunan.
“Seluruh pekerjaan berada di bawah kewenangan kementerian,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga saat ini belum terlihat adanya aktivitas pembangunan lanjutan. Beberapa bangunan utama seperti ruang workshop dan power house sudah berdiri, namun area di sekitarnya masih berupa lahan terbuka yang ditumbuhi semak dan rumput liar.
Selain itu, akses menuju kawasan BLK belum dilengkapi pagar pembatas maupun sistem pengamanan, sehingga lokasi tersebut masih terbuka dan mudah dimasuki.
Sementara itu, BLK lama yang berlokasi di Desa Batuah, Kecamatan Kusan Hilir, masih beroperasi dan aktif digunakan sebagai pusat pelatihan kerja. Dengan demikian, ke depan Kabupaten Tanah Bumbu akan memiliki dua BLK yang beroperasi di dua kecamatan berbeda.
Saat ini, BLK Tanah Bumbu telah menyelenggarakan berbagai kejuruan pelatihan, di antaranya teknik las, listrik, otomotif, teknologi informasi dan komunikasi, elektronika, garmen apparel, tata boga, tata rias, serta bidang bisnis dan manajemen.
Adapun pengembangan kejuruan di BLK nasional yang baru nantinya akan disesuaikan dengan program kementerian terkait. Untuk tenaga instruktur, dimungkinkan melibatkan sumber daya dari Disnakertrans serta pemerintah pusat.
Sebagai BLK berstandar nasional, para lulusan nantinya akan dibekali sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diakui secara nasional dan berstandar internasional. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan serta membuka peluang kerja lintas daerah maupun di perusahaan berskala besar.




