Seleksi Popda 2026 Tanah Bumbu Masuki Tahap Lanjutan, 38 Pemain Lolos Penjaringan
BATULICIN – Proses seleksi atlet sepak bola Kabupaten Tanah Bumbu untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2026 kini memasuki tahap krusial. Setelah melalui dua hari penjaringan pada 29–30 November 2025, Askab PSSI Tanah Bumbu menetapkan 38 pemain untuk melanjutkan ke fase seleksi berikutnya.
Jumlah pemain yang lolos tersebut melebihi target awal sebanyak 30 orang. Keputusan penambahan kuota diambil karena kualitas peserta pada hari kedua seleksi dinilai cukup merata dan menunjukkan potensi yang menjanjikan.
Seleksi ini merupakan kelanjutan dari penjaringan massal yang digelar oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) bekerja sama dengan Askab PSSI Tanah Bumbu. Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama, dengan lebih dari 300 pemain dari 12 kecamatan mengikuti tahapan awal seleksi.
Dari ratusan peserta tersebut, sebanyak 72 pemain terpilih untuk mengikuti seleksi lanjutan dengan format pertandingan penuh 11 lawan 11. Setiap pemain mendapatkan kesempatan tampil antara satu hingga empat kali, dengan penilaian yang berfokus pada kemampuan dasar seperti passing, kontrol bola, pergerakan tanpa bola, pemahaman posisi, serta kontribusi dalam bertahan dan menyerang.
Sekretaris Askab PSSI Tanah Bumbu, Samsul Islami, menjelaskan bahwa penetapan 38 pemain bertujuan memudahkan pelaksanaan uji tanding internal tanpa harus mendatangkan lawan dari luar daerah.
Langkah tersebut diharapkan membuat proses seleksi lanjutan yang akan berlangsung selama dua bulan ke depan berjalan lebih efektif dan efisien. Seleksi lanjutan dijadwalkan berlangsung mulai Desember 2025 hingga Januari 2026, dengan frekuensi latihan tiga kali sepekan, yakni Jumat sore, Sabtu, dan Minggu.
Pada tahap akhir, jumlah pemain akan disaring kembali menjadi 18 pemain inti sesuai ketentuan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Memasuki fase ini, tim pelatih mulai menerapkan pendekatan taktik yang lebih mendalam dengan formasi dasar 1-4-3-3.
Pemain yang mampu bermain di lebih dari satu posisi akan mendapatkan perhatian khusus karena dinilai dapat meningkatkan fleksibilitas tim.
Meski telah memasuki fase latihan intensif, program ini belum dikategorikan sebagai pemusatan latihan resmi sehingga belum mendapatkan dukungan anggaran khusus. Kegiatan masih berlangsung layaknya latihan rutin sekolah sepak bola (SSB) dengan dukungan peran sukarelawan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pemain.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh rangkaian seleksi dan latihan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Samsul.
Sebanyak 38 pemain yang lolos berasal dari berbagai posisi, mulai dari penjaga gawang, pemain bertahan, gelandang, hingga penyerang. Mereka akan dipantau secara ketat selama dua bulan sebelum ditetapkan sebagai skuat final yang akan mewakili Kabupaten Tanah Bumbu pada ajang Popda 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Banjarmasin.




