Seluruh Kecamatan Tanah Bumbu Masuk Zona Waspada Banjir, 92 Desa Teridentifikasi Rawan

BATULICIN – Kabupaten Tanah Bumbu saat ini berada dalam status waspada tinggi terhadap potensi bencana banjir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanah Bumbu, seluruh 12 kecamatan di wilayah tersebut memiliki desa atau kelurahan yang berisiko terdampak banjir.

Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 92 desa dan kelurahan masuk dalam kategori kawasan rawan bencana banjir.

Kepala BPBD Tanah Bumbu, Sulhadi, mengungkapkan bahwa Kecamatan Satui menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi, dengan jumlah desa rawan mencapai 15 desa.

Selain itu, beberapa kecamatan lain juga menunjukkan tingkat kerentanan yang cukup signifikan, di antaranya Kecamatan Kusan Hulu dengan sembilan desa rawan, Kecamatan Kusan Tengah sembilan desa, serta Kecamatan Teluk Kepayang delapan desa.

Tidak hanya ancaman banjir akibat curah hujan tinggi, BPBD juga menyoroti potensi banjir rob atau limpasan air laut pasang yang mengancam wilayah pesisir. Daerah pesisir yang menjadi fokus kewaspadaan meliputi Kecamatan Batulicin, Kusan Hilir, Sungai Loban, Angsana, dan Satui.

Sejumlah titik di Kecamatan Kusan Hilir menjadi perhatian khusus karena potensi rob yang cukup kuat, antara lain Desa Muara Pagatan, Pulau Salak, Muara Ujung, Betung, Pejala, Jukueja, Wirittasi, Gusunge, Sungai Lembu, serta Desa Kampung Baru.

Sementara itu, di Kecamatan Sungai Loban potensi rob terpantau di Desa Sungai Dua Laut dan Desa Sungai Loban. Di Kecamatan Batulicin, wilayah Kelurahan Batulicin juga masuk dalam zona kewaspadaan, sedangkan di Kecamatan Satui ancaman rob teridentifikasi di Desa Satarap.

Menghadapi potensi bencana yang cukup luas tersebut, BPBD Tanah Bumbu saat ini memfokuskan langkah mitigasi pada upaya pencegahan serta peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

“Kami memprioritaskan kegiatan sosialisasi di daerah-daerah pesisir yang rawan banjir rob,” ujar Sulhadi, Kamis (4/12/2025).

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan memahami potensi risiko bencana, menyiapkan rencana evakuasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi. BPBD juga mengimbau warga untuk secara aktif memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari pihak berwenang guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup